Tak bisa kita pungkiri bahwa semenjak zaman Habil dan Qabil yang merupakan anak ar Adam as. , manusia amat lekat dan akrab dengan segala pertikaian, permusuhan, persaingan, bahkan pertumahan darah. Namun kita juga tidak bisa menyingkirkan sejarah hidup dan kebudayaan manusia yang hidup bersama, berdampingan, rukun, dan damai. Saling mengulurkan tangan untuk menolng sesama, berkrban demi orang lain yang dicintainya, serta berusaha menebarkan senyum untuk sekedar membahagiakan orang lain.
pengorbanan seorang bapak hingga malam menjelang, demi keselamatan para pelintas rel kereta api tak berpalang
terus mengayuh hingga larut membawa segenggam harapan demi masa depan keluarga…..

